(Vibiznews-Forex) – Penguatan yen Jepang dalam pair USDJPY tidak bertahan hingga perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (10/3/2026) di tengah masih kuatnya permintaan aset safe haven.
Yen sempat menguat melanjutkan rebound sesi sebelumnya pada sesi Asia karena penurunan harga minyak dunia yang mengurangi tekanan pada perekonomian negara pengimpor minyak.
Yen tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS dan pergerakan harga saham kontrak berjangka AS yang merosot setelah sempat rally oleh harapan akan berakhirnya perang Iran.
Sebelumnya Presiden Trump mengatakan operasi militer AS di Iran hampir selesai dan berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal empat hingga lima minggu.
Ia juga mengisyaratkan rencana untuk mencabut sanksi terkait minyak dan meminta Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz untuk membantu menjaga harga minyak tetap terkendali.
Dari laporan ekonomi, pertumbuhan PDB Jepang kuartal keempat naik menjadi 0,3% dari perkiraan awal 0,1%, didukung oleh permintaan domestik yang kuat. Data sebelumnya juga menunjukkan upah riil naik untuk pertama kalinya dalam 13 bulan, memperkuat argumen Bank Sentral Jepang untuk terus menormalisasi kebijakan moneter.
Secara teknikal pair USDJPY melaju menuju posisi resisten dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi mundur kembali ke arah support kuatnya.
Pair kini berada di posisi 157,91 dan sedang naik ke posisi 158.30, jika tembus mendaki ke resisten kuatnya di posisi R1.
Namun jika pair tidak menembus 158.30, berpotensi berbalik turun menuju 157,26, jika tembus lanjut ke support kuarnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159.78 | 159.33 | 158.50 | 158.04 | 157.20 | 156.75 | 155.91 |



