(Vibiznews – Index) – Bursa Jepang memulihkan kerugian dari sesi sebelumnya pada perdagangan hari Selasa (10/3/2026) karena harga minyak turun kembali di bawah $100 per barel yang meredakan kekhawatiran stagflasi.
Indeks harian Nikkei dan Topix melonjak 2% lebih meninggalkan posisi terendah dalam 3 bulan
Sentimen positif merespon pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perang Iran dapat segera berakhir dan pengungkapan rencana untuk menjaga harga minyak tetap terkendali.
Para Menteri keuangan negara G7 juga mengatakan kelompok tersebut siap untuk melepaskan minyak dari cadangan strategis jika diperlukan.
Bursa saham global baru-baru ini berada di bawah tekanan di tengah ketidakpastian atas konflik Iran, dimana lonjakan harga minyak menimbulkan kekhawatiran tentang dampak ekonomi dan potensi kebangkitan kembali inflasi.
Dari laporan ekonomi, pertumbuhan PDB Jepang kuartal keempat naik menjadi 0,3% dari perkiraan awal 0,1%, didukung oleh permintaan domestik yang kuat.
Indeks harian Nikkei melonjak 2,88% dan ditutup pada 54.248, demikian untuk indeks Topix naik 2,47% menjadi 3.664.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 naik 3,54% pada posisi 54460.
Secara sektoral, saham teknologi memimpin pemulihan dengan kenaikan dari Kioxia Holdings (8,5%), Fujikura (6,4%), dan Advantest (5,3%).



