(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD yang bergerak fluktuatif sedang mendaki kembali ke area resistennya pada perdagangan forex Eropa hari Rabu (11/3/2026) di tengah naiknya yield obligasi pemerintah Inggris dan pulihnya sentimen risiko.
Imbal hasil obligasi Inggris tenor 10 tahun rebound kuat dan untuk tenor 2 tahun alami lonjakan tajam 35 bps karena investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut dari Bank of England tahun ini.
Meningkatnya ketegangan geopolitik yang terkait dengan konflik Iran telah mendorong harga energi lebih tinggi dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, mendorong pasar untuk menilai kembali prospek pelonggaran moneter.
Secara teknikal, pair berusaha naik kembali mendekati resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi melanjutkan ke posisi resisten berikutnya.
Kini pair berada di posisi 1.3436 yang sedang mendaki menuju 1.3463, jika tembus lanjut ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3450 akan berbalik arah dan turun menuju posisi 1.3401 sebelum lanjut turun menuju support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3544 | 1,3510 | 1,3463 | 1.3434 | 1.3384 | 1.3360 | 1.3310 |



