(Vibiznews – Indeks) – Lonjakan saham awal sesi di bursa Hong Kong terpangkas pada perdagangan hari Rabu (11/3/2026) oleh aksi ambil untung menimbang dampak konflik di Timur Tengah.
Indeks harian Hang Seng turun dari posisi tertinggi dalam sepekan karena konflik di Timur Tengah mengancam akan mengganggu perdagangan energi global dan memicu guncangan harga.
Kehati-hatian meningkat menjelang data inflasi AS yang penting hari ini, sementara ekspektasi sinyal yang lebih agresif dari bank sentral global membebani sentimen.
Kekhawatiran juga meningkat bahwa target PDB China yang lebih rendah untuk tahun 2026 dan ekspor yang tangguh dapat menunda langkah-langkah stimulus baru dari Beijing.
Indeks Hang Seng ditutup turun 0,24% dan ditutup pada 25.899, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,07% menjadi 8.704,52.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2026 bergerak negatif dengan berakhir turun 0,35% menjadi 25820.
Secara sektoral, saham properti dan keuangan memimpin penurunan dengan saham teknologi dan konsumen mencatat penurunan moderat.
Saham-sahamyang membebani Hang Seng seperti Knowledge Atlas (-6,5%), Haidilao Intl. (-3,6%), Sinotruk Hong Kong (-2,7%), dan Meituan (-2,2%).



