(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan pangkas keuntungan sesi sebelumnya pada perdagangan hari Kamis (12/3/2026) di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang memicu volatilitas ekstrem pada harga minyak global.
Indeks harian Kospi retreat dari posisi tertinggi dalam sepekan dengan posisi hanya 569 saham menguat dan 321 saham melemah.
Kekhawatiran pasar global meningkat meskipun ada pelepasan cadangan minyak darurat secara terkoordinasi oleh negara-negara ekonomi utama. Korea Selatan berencana untuk menyumbangkan 22,46 juta barel dari cadangan strategisnya sebagai bagian dari pelepasan 400 juta barel oleh Badan Energi Internasional, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengurangi tekanan pasokan global.
Mata uang won melemah tajam terhadap dolar, mencerminkan sentimen safe haven yang kuat sehingga investor cenderung memilih dolar AS.
Indeks harian Kospi naik 1,4% dan ditutup pada 5.609. Untuk indeks Kospi 200 berjangka ditutup naik 1,87% ke posisi 837,50.
Saham-saham yang menekan Kospi antara lain Samsung Electronics (-0,74%), SK Hynix (-0,89%), Hyundai Motor (-1,32%), KB Financial (-1,32%), dan Celltrion (-1,79%).



