Wall Street Berakhir Lebih Rendah Karena Kekhawatiran Pasokan Minyak Dunia

85

(Vibiznews – Index) – Saham-saham Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (12/3/2026) dengan  mengabaikan laporan inflasi yang moderat, dan lebih fokus pada meningkatnya ketegangan perang Timur Tengah.

Indeks Dow Jones turun  61% menjadi 47.417,27, S&P 500 turun  0,08% menjadi 6.775,80 dan Nasdaq naik 0,08% menjadi 22.716,14.

Perdagangan saham Wall Street bergejolak sepanjang sesi karena  tarik-menarik sentimen terkait kekhawatiran pasokan minyak.

Iran terus menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz yang diblokade, tetapi OPEC meyakinkan pasar bahwa Arab Saudi telah meningkatkan produksi dan Badan Energi Internasional (IEA) setuju untuk melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan strategisnya.

Dari laporan ekonomi, indeks harga konsumen atau CPI AS bulan Februari sesuai ekspektasi dengan peningkatan tahunan 2,4%. Data ini memberikan  potensi penundaan pelonggaran kebijakan bank sentral.

Kekhawatiran inflasi meningkat setelah komando militer Iran mengatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak mentah yang mencapai $200 per barel, lebih dari dua kali lipat dari level saat ini.

Jumlah saham yang turun melebihi jumlah saham yang naik dengan hanya 71 rekor tertinggi baru dan 121 rekor terendah baru di NYSE.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, subsektor  barang konsumsi pokok mencatatkan penurunan persentase terbesar, sementara energi menjadi sektor yang berkinerja lebih baik, naik 2,5% karena kenaikan harga minyak mentah.