(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY semakin melemah ke kisaran terendah sejak Juli 2024 pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (13/3/2026) di tengah penguatan dolar AS.
Pelemhan yen ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan intervensi oleh pihak pemerintah Jepang. Dimana Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan mereka siap untuk mengambil semua langkah yang diperlukan di pasar mata uang di tengah melonjaknya harga minyak.
Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, juga memperingatkan bahwa yen yang lemah dapat memperparah inflasi impor di tengah kenaikan harga minyak, yang berpotensi mendorong bank sentral untuk mempercepat normalisasi kebijakan.
Ueda menambahkan bahwa nilai tukar sekarang memiliki dampak yang lebih besar pada inflasi daripada di masa lalu, sehingga memiliki bobot yang lebih besar dalam keputusan kebijakan.
Harga minyak dunia kembali melonjak setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei mengancam blokade Selat Hormuz. Konflik Timur Tengah tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, masih jauh dari de-eskalasi.
Secara teknikal pair USDJPY meluncur menuju posisi support dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi mundur kembali ke arah support kuatnya.
Pair kini berada di posisi 158,85 dan sedang turun menuju 158,30, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
Namun jika pair tidak menembus 158.16, berpotensi berbalik naik ke posisi 159.23, jika tembus mendaki ke resisten kuatnya di posisi R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.48 | 159.97 | 159.62 | 159.08 | 158.76 | 158.22 | 157.90 |



