Bursa Asia Kamis Melemah; the Fed Mempertahankan Suku Bunga, Inflasi Menekan

110
asian

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Asia terpantau secara umum bergerak dalam bias melemah pada Kamis (19/3) siang (WIB) ini dipimpin Nikkei, mengikuti koreksi di Wall Street di tengah pasar mencermati harga minyak mentah dunia yang tinggi di sekitar $100 per barrel dan berlanjutnya konflik perang Timur Tengah, serta mengamati rilis suku bunga the Fed yang dipertahankan pada 3,5%-3,75%. Investor juga mencermati Wall Street yang berakhir semalam ketiga indeks acuannya serempak merosot, dengan Dow Jones tergelincir ke level terendah tahun ini.

Pada siang ini, bursa di Hong Kong bergerak turun dengan Hang Seng Index melemah 2,00% ke level 25.504, serta Nikkei merosot 3,38% ke level 53.373. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi menurun 2,73% ke level 5.763.

Bursa saham Amerika berakhir dini hari tadi dengan serentak ketiga indeks acuannya merosot, di mana S&P 500 melemah 1,36%, Nasdaq turun 1,46%, dan Dow Jones tergelincir 1,63%, di antara pasar mencermati keputusan the Fed yang mempertahankan suku bunganya pada level pada 3,5%-3,75% sembari menyatakan bahwa inflasi belum turun sebagaimana yang diharapkan.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan pasar regional sedang terus menghadapi tekanan di tengah panasanya geopolitik konflik perang Iran, serta datangnya tekanan inflasi dari kenaikan harga minyak dunia yang dapat menahan tren penurunan suku bunga the Fed berikutnya.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting