(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD terpangkas dari kekuatan besar sebelumnya pada perdagangan forex Eropa hari Jumat (20/3/2026) di tengah penguatan dolar AS.
Poundsterling gagal mempertahankan momentum kekuatan hawkish kebijakan BoE pada hari Kamis sebelumnya di tengah melonjaknya kembali harga minyak mentah setelah terkoreksi di sesi Asia.
Poundsterling di sesi Asia masih di kisaran tertinggi dalam sepekan oleh kejutan dalam kebijakan Bank of England dengan keputusan bulat untuk mempertahankan suku bunga dan memberikan panduan kuat bahwa mereka siap bertindak melawan lonjakan inflasi apa pun.
Secara teknikal, pair meluncur menuju posisi supportnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi berbalik menuju arah resisten ariannya.
Kini pair berada di posisi 1.3362 yang sedang turun menuju posisi 1.3290, jika tembus lanjut ke support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3300 akan berbalik arah dan mendaki menuju 1.3441, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3734 | 1,3592 | 1,3512 | 1.3378 | 1.3290 | 1.3154 | 1.3068 |



