(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY terkoreksi dari kisaran tertinggi sepekan lebih pada perdagangan forex sesi Eropa hari hari Jumat (20/3/2026) di tengah penguatan dolar AS.
Yen berkinerja buruk meskipun Bank of Japan (BoJ) mempertahankan sikap hawkishnya pada prospek kebijakan moneter.
Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ), Kazuo Ueda, mengatakan setelah keputusan suku bunga pada hari Kamis, di mana mereka mempertahankan suku bunga tidak berubah di 0,75%, bahwa kenaikan suku bunga mungkin terjadi jika penurunan ekonomi terkait konflik Timur Tengah terbukti berumur pendek.
Sementara itu dolar AS menguat setelah kekacauan hari Kamis karena Federal Reserve (Fed) diperkirakan akan menerapkan jeda yang lebih lama di tengah inflasi tinggi di seluruh dunia.
Lihat: Forex Dolar AS 20 Maret 2026: Kebijakan Bank Sentral Global Batasi Kekuatan Rebound
Secara teknikal pair USDJPY mendaki menuju posisi resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi fluktuasi di kisaran supportnya.
Pair kini berada di posisi 158,30 dan sedang naik ke posisi 158.75, jika tembus mendaki ke resisten kuatnya di posisi R1.
Namun jika pair tidak menembus 158.62, berpotensi berbalik turun menuju 157,66, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 161.58 | 160.72 | 159.23 | 158.36 | 156.88 | 156.02 | 154.56 |



