(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street ditutup lebih rendah karena pesimisme tentang potensi penurunan suku bunga Fed di masa mendatang pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari (20/3/2026).
Indeks S&P 500 turun 0,27% untuk mengakhiri sesi di 6.606,49, Nasdaq turun 0,28% menjadi 22.090,69 poin, sementara Dow Jones turun 0,44% menjadi 46.021,43.
Penurunan saham Wall Street dibebani oleh pernyataan Ketua Fed Jerome Powell dan beberapa bank sentral lainnya dikawasan Eropa bahwa prospek ekonomi tetap tidak pasti di tengah perang AS-Israel dengan Iran yang telah menyebabkan harga energi melonjak dan menciptakan kekhawatiran akan inflasi.
Sebagai informasi sebelumnya beberapa bank sentral utama seperti Fed, ECB dan BOE pekan ini memutuskan tidak mengubah kebijakan suku bunganya seperti yang diharapkan.
Delapan dari 11 indeks sektor S&P 500 mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor material
Sementara itu tekanan saham Wall Street juga dipicu oleh anjloknya saham Micron Technology dan Tesla, dimana saham Micron anjlok 3,8% akibat proyeksi kuartalan yang tidak mengesankan dan saham Tesla anjlok 3,2% setelah Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional meningkatkan penyelidikannya terhadap 3,2 juta kendaraan Tesla.
Dari laporan ekonomi, data klaim pengangguran mingguan secara tak terduga turun minggu lalu, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang stabil dan pemulihan pertumbuhan lapangan kerja pada bulan Maret.
Delapan dari 11 indeks sektor S&P 500 mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor material. S&P 500 telah kehilangan lebih dari 3% pada tahun 2026 dan diperdagangkan pada level terendah empat bulan.
Volume perdagangan di bursa Amerika Serikat tersebut mencapai 20 miliar saham, rata-rata dalam 20 sesi terakhir.



