(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS mempertahankan kenaikan dari sesi sebelumnya pada perdagangan forex sesi Asia hari Senin (23/3/2026), baik secara indeks dan juga terhadap semua rival utamanya.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya kini berada di atas posisi 99,50 karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu permintaan safe haven lebih tinggi.
Perang AS-Israel dengan Iran memasuki minggu keempat tanpa tanda-tanda mereda, dengan Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Sementara itu Teheran memperingatkan akan menargetkan aset-aset penting AS dan Israel di seluruh wilayah jika fasilitas energinya diserang.
Harga minyak yang tinggi terus memicu kekhawatiran inflasi dan menurunkan kemungkinan penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, dengan pasar sekarang memperkirakan potensi kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun.
Pekan lalu, Fed mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah seperti yang diharapkan, dengan Ketua Jerome Powell mencatat bahwa masih terlalu dini untuk menilai dampak ekonomi penuh dari konflik Iran.
Selain Fed, bank sentral lainnya seperti ECB, BOE, dan BOJ juga mempertahankan suku bunga tetap tetapi memberi sinyal kesiapan untuk memperketat kebijakan lebih lanjut jika tekanan inflasi berlanjut.



