Forex EURUSD 23 Maret 2026: Ketegangan Selat Hormuz Membebani Rival Dolar AS

110
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews-Forex) – Posisi kurs euro dalam pair EURUSD konsolidasi dibawah posisi pelemahan sebelumnya pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (23/3/2026) di tengah penguatan dolar AS.

Permintaan safe haven dolar AS di tengah meningkatnya risiko konflik Iran menekan pair yang sempat melonjak tinggi pekan lalu.

Ketegangan konflik Timur Tengah yang memicu pemburuan safe haven merespon batas waktu 48 jam yang diberikan AS kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz berakhir hari ini.

Presiden Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Teheran gagal mematuhinya. Iran telah bersumpah akan melakukan serangan balasan terhadap fasilitas energi dan desalinasi di Teluk, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi regional yang lebih luas.

Dengan kondisi ini, para investor meningkatkan taruhan pada pengetatan kebijakan ECB, sekarang memperkirakan setidaknya tiga kenaikan suku bunga pada tahun 2026.

Pekan lalu ECB memutuskan mempertahankan suku bunga tetap stabil  tetapi menaikkan perkiraan inflasi dan memangkas proyeksi pertumbuhan, dengan alasan meningkatnya risiko dari krisis Timur Tengah.

Joachim Nagel mengisyaratkan potensi kenaikan suku bunga pada bulan April jika tekanan inflasi memburuk, sementara Francois Villeroy de Galhau menegaskan kembali komitmen ECB untuk bertindak tegas.

Secara teknikal pair EURUSD sedang mendaki tinggalkan area supportnya  kembali dan  menurut analis Vibiz Research Center pasangan EURUSD berpotensi mundur kembali ke supportnya.

Kini pair berada di posisi 1.1541 yang berusaha naik ke posisi 1.1574  dan jika tembus akan lanjut ke posisi resisten kuatnya  di R1.

Namun jika tidak berhasil menembus 1.1575 akan memantul kembali dan tertekan turun menuju posisi  1.1518 dan jika tembus akan meluncur terus ke support lemahnya di S2.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
1.1674 1.1633 1.1605 1.1566 1.1534 1.1492 1.1464