Kospi Anjlok 6% Akibat Memburuknya Sentimen Regional, Won Korea Terjun ke Terendah dalam 1 Dekade

124

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan tertekan sentimen regional yang memburuk pada perdagangan hari Senin (23/3/2026) di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.

Indeks harian Kospi cetak pelemahan terbesar dalam 4 pekan lebih dengan hanya  52 saham ditutup menguat dan 861 saham melemah, dengan tekanan jual paling besar oleh investor asing.

Sentimen regional memburuk merespon ultimatum 48 jam Presiden Trump yang mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz tidak sepenuhnya dibuka kembali.

Sementara itu Iran memperingatkan bahwa mereka dapat menutup jalur minyak vital tersebut dan menargetkan fasilitas regional, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang parah dan menjaga harga minyak mentah tetap tinggi.

Kondisi tersebut sangat membebani saham Korea mengingat ketergantungan negara tersebut pada impor energi, dengan harga minyak yang lebih tinggi diperkirakan akan memicu inflasi dan menekan margin perusahaan.

Won Korea juga merosot melewati level 1.500 per dolar ke level terendahnya dalam lebih dari satu dekade, menandakan arus keluar asing yang berkelanjutan dan kondisi keuangan yang lebih ketat.

Indeks harian Kospi turun 6,49% dan ditutup pada 5.405,75. Demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan April ditutup turun 6,67% ke posisi 805,00.

Saham-saham yang membebani Kospi merupakan saham berkapitalisasi besar seperti  Samsung Electronics (-6,42%), SK hynix (-7,75%), Hyundai Motor (-6,00%), LG Energy Solution (-5,06%), SK Square (-8,55%), dan HD Hyundai Heavy Industries (-9,66%).