(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin siang ini (23/3), di pasar uang luar negeri (pasar Non-Deliverable Forward – NDF), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, bertahan dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah rebound di sesi global sebelumnya.
Dilansir dari Google Finance, Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,14% atau 23 poin ke level Rp 17.003 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelum libur di Rp 16.980. Rupiah terpantau di level rekor terendah sepanjang masanya, serta dalam tren bearish walau di akhir pasar yang lalu berupaya bangkit setelah BI Rate dipertahankan di level 4,75%. Kemungkinannya rupiah akan kembali tertekan di hari buka pasar pada Rabu (25/3) nanti.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.976 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.005, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.003.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah rebound di sesi global sebelumnya; berupaya bangkit di bawah area 10 bulan terkuatnya setelah pekan lalu tergerus di tengah investor berhati-hati terhadap kelanjutan perang Iran, kenaikan harga minyak mentah, serte indikasi beberapa bank sentral global menjadi hawkish tahun ini karena tekanan inflasi.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 99,78, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,50.
Sebagaimana diketahui, pasar uang Non-Deliverable Forward (NDF) Rupiah tetap aktif diperdagangkan di luar negeri (offshore) selama libur panjang domestik, yang memungkinkan Bank Indonesia (BI) memantau dan mengintervensi stabilitas nilai tukar Rupiah 24 jam. BI disebutkan bekerja sama dengan BI New York memantau pergerakan NDF secara real-time dan intervensi jika dibutuhkan.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.020 – Rp16.812.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



