(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD berusaha mendaki ke posisi penutupan kuat sesi sebelumnya pada perdagangan forex Eropa hari Selasa (24/3/2026) setelah merosot cukup jauh di sesi Asia.
Poundsterling sempat kehilangan momentum tertekan oleh pergeseran negatif yang terlihat dalam sentimen risiko.
Sentimen perdagangan aset risik0 alami pergeseran negatif dikarenakan Iran menolak klaim dari Presiden Trump bahwa telah terjadi negoisasi dengan Iran. Iran terus melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Teluk dan menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS.
Yang menambah kekhawatiran diberitakan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab semakin mendekati bergabung dalam konflik melawan Teheran.
Sementara itu juga dibebani oleh laporan ekonomi yang menunjukkan bahwa PMI Komposit Inggris turun menjadi 51 pada perkiraan awal Maret dari 53,7 pada Februari dengan sektor manufaktur dan jasa sama-sama melemah.
Secara teknikal, pair yang sudah tembus posisi support berusaha mendaki menuju posisi pembukaan dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan bertahan di posisi resistennya.
Kini pair berada di posisi 1.3402 yang sedang mendaki menuju posisi pembukaan 1.3426, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3426 akan berbalik arah dan turun menuju posisi 1.3378, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3738 | 1,3610 | 1,3517 | 1.3386 | 1.3298 | 1.3164 | 1.3070 |



