Forex USDJPY 24 Maret 2026: Kekuatan Yen Terpangkas Lonjakan Harga Minyak Dunia

88
harga minyak

(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY melemah jelang akhir perdagangan forex sesi Asia hari hari Selasa (24/3/2026) di tengah penguatan dolar AS.

Yen memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena harga minyak mentah dunia kembali melonjak diatas $100 yang memicu tekanan pada ekonomi Jepang yang mengimpor minyak.

Lonjakan harga minyak mentah tersebut menyusul penolakan Iran atas pembicaraan apa pun untuk mengakhiri konflik, yang membantah klaim Presiden Donald Trump.

Pada hari Senin, yen berbalik positif dengan melonjak 0,5% setelah Trump menunda serangan yang direncanakan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan alasan diskusi produktif dengan Iran selama dua hari terakhir.

Dari data ekonomi,  inflasi inti naik 1,6% pada bulan Februari, kenaikan terkecil sejak Maret 2022 di tengah upaya pemerintah untuk meringankan biaya hidup, meskipun kenaikan harga energi akibat perang Iran dapat mendorong inflasi lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Data inflasi yang rendah ini memberikan sedikit dorongan untuk mengubah kebijakan moneter setelah Bank Sentral Jepang mempertahankan suku bunga tetap stabil minggu lalu.

Sementara itu posisi yen juga dibebani oleh rilis data flash PMI manufaktur dan juga jasa Jepang periode bulan Maret yang lebih rendah dari periode sebelumnya meski masih dalam ekspansif.

Secara teknikal pair USDJPY mendaki  menuju  posisi resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi mendaki menembus posisi resisten selanjutnya. 

Pair kini berada di posisi 158,73 dan sedang naik ke posisi  159.10, jika tembus mendaki  ke resisten kuatnya di  posisi R1.

Namun jika pair tidak  menembus 159.10, berpotensi  berbalik turun menuju 158,25, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1. 

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
160.98 160.32 159.33 158.66 157.70 157.04 156.05