Saham Wall Street Awal Pekan Alami Pemulihan Tajam, Raih Persentase Kenaikan Harian Terbesar dalam 6 Pekan

119
wall street

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street mengalami pemulihan tajam pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari (24/3/2026) setelah komentar Presiden Trump memicu penurunan harga minyak.

Lihat: Presiden Trump Perintahkan Tahan Serangan ke Iran, Kekuatan Dolar AS dan Pelemahan Harga Emas Menyusut

Ketiga indeks utama Wall Street mencatatkan kenaikan persentase harian terbesar sejak 6 Februari. Indeks Dow Jones naik 1,38% menjadi 46.208,47, S&P 500  naik 1,15% menjadi 6.581,00 dan Nasdaq  naik  1,38% menjadi 21.946,76.

Perintah penundaan serangan ke Iran  menyebabkan optimisme yang signifikan pada harga saham  meskipun kemudian turun dari level tertingginya karena penolakan Iran.

Sementara itu melihat laporan CME Group, Fedwatch menunjukkan kemungkinan  investor memangkas taruhan untuk kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS menjadi sekitar 13% untuk bulan Desember dari sedikit di atas 25% pada sesi sebelumnya.

Secara sektoral, saham maskapai penerbangan mengalami kenaikan karena sangat sensitif terhadap harga minyak akibat biaya bahan bakar jet. Saham Alaska Air  dan United Airlines  keduanya naik lebih dari 4% sementara American Airlines (AAL) bertambah 3,66%.

Saham operator kapal pesiar melonjak, dengan Norwegian Cruise Line naik lebih dari 6%, sementara Carnival Corp  dan Viking Holdings  sama-sama naik lebih dari 5%.

Sektor perbankan yang melemah selama konflik, rebound dengan indeks S&P 500 Banking naik lebih dari 1%.  Saham JPMorgan naik 1,2% sementara Goldman Sachs naik 2,2%.

Sebagai informasi, rasio saham yang naik lebih banyak daripada saham yang turun  3,6 :1 di NYSE, di mana terdapat 59 rekor tertinggi baru dan 109 rekor terendah baru. Di Nasdaq, 3.546 saham naik dan 1.229 saham turun, dengan rasio 2,89 banding 1 untuk saham yang naik lebih banyak daripada saham yang turun.