(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD tertekan ke kisaran terendah dalam 2 pekan pada akhir perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (25/3/2026) di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko.
Pair AUDUSD kembali dalam bias negatif masuki hari kedua karena kehati-hatian seputar upaya Presiden AS Trump untuk mengakhiri konflik Iran serta mempertimbangkan angka inflasi domestik yang lebih rendah.
Data inflasi Australia hanya berdampak kecil pada prospek suku bunga. Data menunjukkan harga konsumen tidak berubah pada bulan Februari, menurunkan tingkat inflasi tahunan menjadi 3,7% dari 3,8% pada bulan sebelumnya.
Inflasi inti juga sedikit di bawah ekspektasi di angka 3,3%, meskipun tetap di atas kisaran target 2%–3% dari Reserve Bank of Australia.
Pasar melihat kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pada bulan Mei sebagai seimbang, sementara sekitar 65 bps pengetatan tambahan masih diperhitungkan untuk sisa tahun 2026.
Sementara itu, laporan menunjukkan AS sedang melakukan pembicaraan dengan Iran, termasuk usulan gencatan senjata satu bulan dan rencana 15 poin untuk menyelesaikan konflik. Namun, pengerahan pasukan darat AS ke wilayah tersebut menandakan bahwa risiko eskalasi tetap ada.
Secara teknikal pair meluncur menembus posisi support dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD masih dalam tekanan ke support berikutnya.
Kini pair berada di 0.6968 yang turun menuju posisi 0.6942 dan jika tembus lanjut ke S2.
Namun jika tidak sampai ke 0.6942, pair berusaha naik kembali ke posisi 0.7002 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi 0.7034 sebelum melompat ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7118 | 0,7070 | 0,7034 | 0,6982 | 0,6942 | 0,6898 | 0,6860 |



