Wall Street Terbebani Kekhawatiran Harga Minyak dan Harapan Berhentinya Perang Iran

141
wall street

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika Serikat kehilangan momentum pada sesi perdagangan yang bergejolak dan berakhir pada Rabu dinihari (25/3/2026), dimana semua indeks Wall Street mundur dari lonjakan sebelumnya.

Indeks Dow Jones turun 0,18% menjadi 46.124,06, S&P 500 merosot 0,37% menjadi 6.556,37 dan Nasdaq kehilangan 0,84% menjadi 21.761,89.

Pelemahan saham Wall Street tersebut terjadi karena investor bimbang antara kekhawatiran akan kenaikan harga minyak dan harapan akan penyelesaian perang AS-Israel di Iran, sementara Presiden AS Trump mengklaim kemajuan dalam perundingan meskipun ada laporan yang menunjukkan bahwa lebih banyak pasukan Amerika akan menuju Timur Tengah.

Sentimen negatif diperkuat juga dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik karena ketidakpastian tentang perang dan lelang obligasi pemerintah jangka 2 tahun yang lemah.

Analis Vibiznews melihat pasar mencoba mempertahankan optimisme sesi sebelumnya dengan melaju melampaui pembicaraan perang meskipun belum 100% pasti. Sepertinya kegelisahan investor masih meradang terkiat harga minyak dan juga prospek suku bunga Fed.

Diawal perdagangan saham tertekan merespon rilis data flash PMI yang menunjukkan aktivitas bisnis AS melambat ke level terendah dalam 11 bulan pada bulan Maret karena perang di Timur Tengah menaikkan harga produk energi dan input lainnya.

Kemudian indeks Wall Street sempat bergerak positif setelah Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat sedang berbicara dengan orang yang tepat di Iran untuk mencapai kesepakatan dan  Iran telah setuju  tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Namun, laporan bahwa Pentagon diperkirakan akan mengirim ribuan pasukan tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 elit ke Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran bahwa perang dapat berlarut-larut dan membuat harga minyak tetap tinggi.

Sebagai informasi, di antara 11 sektor industri utama S&P 500, ada empat sektor ditutup lebih rendah dengan saham energi memimpin kenaikan dengan peningkatan 2,05%.

Jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik dengan rasio 1,31 banding 1 di NYSE, di mana terdapat 150 rekor tertinggi baru dan 199 rekor terendah baru.