(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD tertekan ke kisaran terendah dalam 7 pekan pada akhir perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (26/3/2026) oleh skeptisnya investor terhadap de-eskalasi perang Iran dalam waktu dekat.
Dolar Australia diperdagangkan di bawah $0,6940 yang juga tertekan peringatan RBA (Reserve Bank of Australia) risiko inflasi yang meningkat akibat guncangan minyak global.
RBA memperingatkan bahwa guncangan pasokan yang berkepanjangan akibat konflik dapat meningkatkan inflasi dan ekspektasi jangka panjang, yang berpotensi memerlukan kebijakan yang lebih ketat.
Asisten Gubernur Chris Kent mencatat bahwa guncangan semacam itu cenderung mendorong harga lebih tinggi sekaligus membebani pertumbuhan, membatasi kemampuan kebijakan untuk sepenuhnya mengimbangi dampaknya dan malah mengalihkan fokus ke pencegahan inflasi agar tidak semakin mengakar.
Sementara itu, ketidakpastian seputar konflik terus membayangi sentimen, dengan sinyal yang bertentangan dari AS dan Iran mengenai potensi negosiasi.
Washington mengindikasikan upaya untuk memajukan pembicaraan dan meredakan ketegangan, Teheran menolak proposal gencatan senjata, dan peningkatan penempatan pasukan AS di kawasan itu menambah kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.
Secara teknikal pair meluncur menuju posisi support kuat harian dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD masih dalam tekanan ke support berikutnya.
Kini pair berada di 0.6936 yang turun menuju posisi 0.6924 dan jika tembus lanjut ke S2.
Namun jika tidak sampai ke 0.6910, pair berusaha naik kembali ke posisi 0.6952 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi 0.6970 sebelum melompat ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7048 | 0,7024 | 0,6984 | 0,6962 | 0,6924 | 0,6903 | 0,6863 |



