(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS bergerak negatif setelah dibuka lebih tinggi pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (26/3/2026), namun masih menguat terhadap beberapa rival utamanya.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya kini berada di atas posisi 99,50 setelah sempat berada di posisi 99,41.
Pembukaan dolar AS yang lebih tinggi dari penutupan kuat sebelumnya karena investor terus memantau perkembangan di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketidakpastian atas upaya untuk mengakhiri perang Iran.
Gedung Putih menegaskan bahwa pembicaraan sedang berlangsung, dengan pemerintahan Trump dilaporkan mengirimkan rencana 15 poin ke Iran melalui Pakistan yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik.
Otoritas tinggi Iran sedang meninjau proposal AS tetapi tidak menunjukkan niat untuk mengadakan pembicaraan dengan Washington.
Teheran mengatakan akan menolak tawaran gencatan senjata AS, dan sebagai gantinya menawarkan rencana lima poin yang akan memberikannya kendali atas Selat Hormuz.
Gangguan dari konflik tersebut telah mendorong harga energi lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil sepanjang tahun.
Pergerakan hari ini akan sedikit dipengaruhi oleh laporan mingguan dari pasar tenaga kerja AS yaitu data klaim pengangguran mingguanuntuk mendapatkan sinyal baru tentang kondisi pasar tenaga kerja.
Terhadap rival utamanya yang mulai bergerak rebound yaitu euro, selebihnya masih di kisaran penutupan lemah sesi sebelumnya.



