(Vibiznews-Forex) – Pelemahan yen Jepang dalam pair USDJPY masuki hari ketiga berturut pada perdagangan forex sesi Asia hari hari Kamis (26/3/2026) yang dipicu oleh rally dolar AS.
Lihat: Forex Dolar AS 26 Maret 2026: Mendekati $100 Secara Indeks dengan Bias Negatif Terhadap Rivalnya
Dolar AS menguat di tengah meningkatnya ketidakpastian atas upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik Timur Tengah.
AS mempertahankan bahwa negosiasi perdamaian sedang berlangsung, sementara Iran memberi sinyal bahwa mereka tidak berniat untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Washington.
Teheran mengatakan akan menolak tawaran gencatan senjata AS, dan sebagai gantinya menawarkan rencana lima poin yang memberikannya kendali atas Selat Hormuz.
Yen juga menghadapi tekanan dari harga minyak yang kembali naik, yang memicu kekhawatiran inflasi dan membebani prospek pertumbuhan Jepang. Sementara itu, Jepang menerima dua kapal tanker minyak dari Timur Tengah minggu ini yang melewati jalur air penting tersebut, mengurangi beberapa tekanan pasokan.
Seorang mantan penasihat keamanan nasional Jepang menyarankan negara itu untuk mempertimbangkan pengerahan kapal perang untuk membantu mengamankan jalur air tersebut bersama negara-negara lain, melindungi baik kapal-kapalnya sendiri maupun kapal-kapal mitra internasional.
Secara teknikal pair USDJPY mendaki menuju posisi resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi mendaki menembus posisi resisten selanjutnya.
Pair kini berada di posisi 158,91 dan sedang naik ke posisi 159.05, jika tembus mendaki ke resisten kuatnya di posisi R1.
Namun jika pair tidak menembus 159.12, berpotensi berbalik turun menuju 158,56, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.64 | 160.07 | 159.72 | 159.13 | 158.74 | 157.20 | 157.85 |



