(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (26/3), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau menguat, menambah gain dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia turun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini menguat 0,09% atau 15 poin ke level Rp 16.890 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.905. Rupiah terpantau di sekitar 2 minggu terkuatnya melanjutkan rebound signifikan kemarin.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 16.900 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.900, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.890.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia turun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; tertahan pergerakannya di mana investor antisipasi bertambahnya inflasi global dampak dari kenaikan harga minyak mentah serta pandangan belum pastinya gencatan senjata perang.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 99,59, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,63.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama melemah 88,037 poin (1,21%) ke level 7.214,084, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed di tengah pasar mengamati proses negosiasi perang Iran yang memberi harapan de-eskalasi perang dan tercampur dengan ketidakpastian, serta mencermati Wall Street yang berakhir menguat secara bersama.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.995 – Rp16.856.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



