Kekhawatiran Eskalasi Perang Iran Bebani Wall Street, Saham Facebook dan Google Tertekan Masalah Hukum

124
wallstreet

(Vibiznews – Index) – Kekhawatiran akan eskalasi perang AS-Israel melawan Iran kembali menekan saham Wall Street pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari (27/3/2026) dengan indeks anjlok cukup signifikan.

Dow Jones  turun 1,01% menjadi 45.960,11, S&P 500 kehilangan 1,74%, menjadi 6.477,16 dan Nasdaq Composite turun 2,38% menjadi 21.408,08.

Saham-saham teknologi Nasdaq mendapat tekanan tambahan dari keputusan pengadilan AS bahwa META-Facebook (-8%) dan Google milik Alphabet (-3%) bersalah dalam dua persidangan pertama dari tuntutan hukum yang menuduh perusahaan media sosial merugikan anak-anak.

Terkait eskalasi perang Iran, Presiden Donald Trump mengatakan Iran harus membuat kesepakatan dengan AS atau menghadapi serangan berkelanjutan, sambil memperingatkan bahwa mengambil kendali atas minyak Iran adalah sebuah pilihan.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa proposal AS untuk mengakhiri pertempuran yang berlangsung hampir empat minggu itu sepihak dan tidak adil  sambil menekankan bahwa diplomasi belum berakhir.

Trump juga mengatakan dia menghentikan serangan terhadap pembangkit energi Iran selama 10 hari hingga 6 April atas permintaan pemerintah Iran.

Sebelumnya, kurangnya tanda-tanda kemajuan yang jelas menyebabkan harga minyak melonjak dengan naik 4,6% untuk WTI dan  naikan 5,7% untuk  Brent.

Sementara itu OECD memperingatkan bahwa konflik Timur Tengah telah mengganggu jalur pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat, dengan hampir tertutupnya Selat Hormuz mengancam akan mendorong inflasi jauh lebih tinggi.

Dengan harga minyak yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi, bank sentral berada dalam posisi sulit terkait suku bunga. Akhirnya pasar tidak lagi memperkirakan adanya pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve AS tahun ini.

Dari laporan ekonomi,  data mingguan klaim pengangguran AS sedikit meningkat pekan lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil sambil memantau dampak perang Iran.

Secara sektoral, saham teknologi memimpin pelemahan dengan  Indeks Semikonduktor Philadelphia  anjlok 4,8%. Saham yang membebaninya Nvidia (NVDA) turun lebih dari 4%.