(Vibiznews – Index) – Bursa Tokyo memperpanjang kerugian sahamnya imbas aksi jual tajam di Wall Street pada perdagangan hari Jumat (27/3/2026) di tengah skeptisisme atas negosiasi perang Iran.
Indeks harian Nikkei anjlok 2% lebih dan secara mingguan alami pelemahan 4 pekan berturut.
Investor terus bergulat dengan ketidakpastian yang meningkat di Timur Tengah di tengah skeptisisme bahwa AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dalam waktu dekat.
Laporan media menyatakan AS sedang mempertimbangkan untuk mengirim hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah.
Sementara itu, Presiden Donald Trump menunda tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lebih lanjut selama 10 hari, dengan mengatakan pembicaraan dengan Teheran berjalan sangat baik.
Trump juga mengatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak untuk melewati Selat Hormuz minggu ini sebagai isyarat niat baik.
Indeks harian Nikkei turun 0,43% dan ditutup pada 53.373, demikian untuk indeks Topix turun 0,19% menjadi 3.649,69.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 turun 0,64% pada posisi 52880.
Saham teknologi dan yang terkait dengan AI memimpin penurunan di Nikkei, saham yang paling membebani seperti kerugian besar untuk Kioxia Holdings (-4,2%), Fujikura (-1,7%), Advantest (-3,9%), Disco Corp (-1,4%), dan Tokyo Electron (-3,1%).



