(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD bergerak rebound setelah enam sesi berturut bearish pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (31/3/2026) karena membaiknya sentimen aset risiko.
AUDUSD bergerak kuat meninggalkan posisi terendah dalam 2 1/2 bulan merespon laporan media bahwa Presiden AS Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa ia bersedia menghentikan operasi AS terhadap Iran sekalipun Selat Hormuz tetap tertutup.
Menurut Trump bahwa upaya untuk memaksa Teheran membuka kembali jalur minyak penting tersebut dapat memperpanjang konflik.
Sejak pembukaan sesi Asia posisi Aussie masih di posisi terendah dalam 2 1/2 bulan ole kuatnya dolar AS dan juga risalah dari pertemuan Bank Sentral Australia (RBA) bulan Maret mengisyaratkan ketidakpastian tentang jalur suku bunga di masa depan setelah dua kenaikan suku bunga tahun ini, karena kekhawatiran atas perang di Timur Tengah.
Dewan mengakui perlunya menyeimbangkan dampak material dari konflik yang lebih lama terhadap inflasi dan aktivitas ekonomi.
Pasar saat ini mengimplikasikan peluang 60% untuk kenaikan suku bunga lagi pada bulan Mei, dengan pengetatan tambahan sekitar 65 bps tahun ini.
Secara teknikal pair yang sudah menembus posisi support dan resisten kuat harian, menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD sudah oversold dan rebound.
Kini pair berada di 0.6859 yang sedang naik ke posisi 0.6873 dan jika tembus akan berlanjut kembali ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai ke 0.6873, pair kembali turun menuju posisi 0.6832 dan jika tembus lanjut ke S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,6912 | 0,6892 | 0,6873 | 0,6852 | 0,6832 | 0,6813 | 0,6790 |



