(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY bergerak kuat masuki hari kedua pada perdagangan forex sesi eropa hari hari Senin (31/3/2026) di tengah koreksi dolar AS dari kisaran tertinggi 10 bulan.
Yen melaju tinggalkan level kritis 160 menyusul laporan media yang menunjukkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersedia mengakhiri perang dengan Iran meskipun Selat Hormuz tetap tertutup.
Laporan WSJ menunjukkan bahwa Presiden AS Trump tidak bermaksud memperpanjang konflik di luar jangka waktu yang ditetapkan yaitu empat hingga enam minggu, dan telah merusak infrastruktur angkatan laut dan rudal Teheran secara signifikan.
Saat berita ini ditulis, indeks bursa global diperdagangkan jauh lebih tinggi karena de-eskalasi konflik di Timur Tengah telah meningkatkan sentimen pasar.
Di tengah meningkatnya selera risiko investor, dolar AS tidak menghadapi tekanan jual yang intens karena harga minyak diperkirakan akan tetap tinggi akibat dominasi militer Iran yang berkelanjutan di Selat Hormuz, sebuah skenario yang akan menjaga proyeksi inflasi global tetap tinggi.
Sementara itu, penguatan yen juga dikarenakan harapan bahwa Bank Sentral Jepang (BoJ) akan terus menaikkan suku bunga seperti yang tertulis di Ringkasan Opini BoJ dari pertemuan kebijakan Maret pada hari Senin, menunjukkan bahwa beberapa pembuat kebijakan yakin akan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Secara teknikal pair USDJPY yang sempat bergerak lebih tinggi meluncur menembus posisi support dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi lanjut ke support berikutnya.
Pair kini berada di posisi 159,47 dan sedang turun menuju 159,18, jika tembus lanjut ke 158.42 sebelum ke support lemahnya di S2.
Namun jika pair tidak turun menembus 159.18, berpotensi berbalik naik ke posisi 159.96, jika tembus mendaki ke resisten kuatnya di posisi R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 161.45 | 160.95 | 160.33 | 159.82 | 159.18 | 158.68 | 158.05 |



