(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan menutup perdagangan bulan Maret dengan anjlok cukup signifikan dan mencatat kerugian bulanan terparah sejak Oktober 2008 pada hari Senin (31/3/2026).
Indeks harian Kospi ditutup anjlok 4% lebih ke kisaran terendah dalam 2 bulan dengan 789 saham berakhir merah dan hanya 117 saham yang positif.
Kospi tertekan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang sumur minyak Iran dan infrastruktur ekspor utama jika kesepakatan tidak segera tercapai, sementara gangguan yang terus berlanjut terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan energi global.
Harga minyak mentah menembus angka $100 per barel, meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang bergantung pada energi.
Hal ini mengguncang selera risiko global, memicu penjualan besar-besaran oleh investor asing dan mendorong won Korea ke level terendah dalam 17 tahun.
Indeks harian Kospi turun 4,26% dan ditutup pada 5.052. Demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan Juni 2026 ditutup turun 4,15% ke posisi 749,25.
Saham-saham yang paling membebani Kospi merupakan saham kapital besar seperti seperti Samsung Electronics (-5,05%), SK hynix (-7,33%), Hyundai Motor (-5,11%), LG Energy Solution (-4,39%), SK Square (-8,53%), Hanwha Aerospace (-5,50%), dan Kia Corporation (-4,29%).



