(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang akhiri perdagangan bulan Maret dengan kerugian lanjutan masuki hari keempat berturut pada hari Selasa (31/3/2026) akibat meningkatnya ketidakpastian seputar konflik Timur Tengah.
Indeks harian Nikkei tertekan ke posisi terendah sejak akhir Desember 2025 atau 3 bulan, dan sepanjang bulan Maret mencatat kinerja bulanan terburuk sejak krisis keuangan global 2008 yang anjlok 13%.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah militan Houthi di Yaman bergabung membela Iran dalam konflik yang berlangsung. Kemudian AS juga mengerahkan pasukan tambahan ke kawasan tersebut.
Jepang terguncang oleh guncangan energi yang dihasilkan dan akan mulai melepaskan minyak dari cadangan darurat untuk mengurangi dampaknya.
Pasar juga menghadapi pelemahan yen yang tajam dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang, yang memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Jepang dapat menaikkan suku bunga paling cepat bulan depan.
Indeks harian Nikkei turun 1,58% menjadi 51.064, demikian untuk indeks Topix turun 1,26% menjadi 3.498.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 turun 1,63% pada posisi 51200.
Secara sektoral, hampir semua sektor turun pada hari Selasa, dengan saham teknologi, keuangan, konsumen, dan pertahanan memimpin penurunan.



