Rekomendasi Forex EUR/USD 31 Maret 2026 : Waspadai Pergerakan Dolar AS dan Data Inflasi

53

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Senin tertekan penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,40% pda 1.1462.

Euro berada di bawah tekanan akibat penguatan dolar AS.
Penurunan Euro juga akibat data indeks sentimen ekonomi Zona Euro pada bulan Maret turun lebih dari yang diperkirakan ke level terendah 6 bulan berdampak negatif bagi euro.

Selanjutnya, kenaikan harga minyak mentah sebesar +3% pada hari Senin ke level tertinggi 3 minggu berdampak negatif bagi Euro dan ekonomi Zona Euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.

Namun kerugian Euro terbatas pada hari Senin setelah Indeks Harga Konsumen (CPI) Jerman untuk bulan Maret mencatatkan kenaikan tahunan terbesar dalam dua tahun, sebuah faktor yang memicu kebijakan hawkish dari ECB.

Indeks sentimen ekonomi zona euro untuk bulan Maret turun -1,6 menjadi level terendah 6 bulan di 96,6, lebih lemah dari ekspektasi 96,7.

CPI Jerman untuk bulan Maret (harmonisasi Uni Eropa) naik +1,2% m/m dan +2,8% y/y, tepat sesuai ekspektasi, dengan kenaikan +2,8% y/y merupakan kenaikan tahunan terbesar dalam dua tahun.

Swap memperkirakan peluang 52% kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan 30 April.

Sore nanti akan dirilis data Inflation Rate Maret Zona Euro yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berlanjut menguat, akan menekan Euro. Namun jika data inflasi Maret Zona Euro terealisir naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1430-1.1397. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1508-1.1553.