(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (31/3), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir melemah, stabil dari loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Eropa terkoreksi setelah menguat 5 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,06% atau 10 poin ke level Rp 16.995 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.985. Rupiah terpantau tertekan ke rekor terendah barunya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.952 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.995, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.995.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa terkoreksi setelah menguat 5 hari di sesi global sebelumnya; tertahan rally 5 harinya di tengah terkoreksinya euro dan pound sterling serta permintaan dollar sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 100,44, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,49.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi melemah 43,448 poin (0,61%) ke level 7.048,222, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di tengah kenaikan kembali harga minyak mentah dunia serta informasi positif dari Trump bahwa negosiasi telah menunjukkan progres yang baik, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan variatif bias melemah.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.040 – Rp16.856.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting


