(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika Serikat awal pekan kembali ditutup pada zona merah setelah sempat rebound pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari (31/3/2026).
Ketiga indeks utama Wall Street memulai perdagangan dengan kenaikan setelah mencatat penurunan tajam pada sesi sebelumnya, sebeluk kemudian berakhir negatif.
Indeks Dow Jones naik 0,11% menjadi 45.216,14, S&P 500 turun 0,39% menjadi 6.343,72 dan Nasdaq turun 0,73% menjadi 20.794,64.
Penguatan indeks Wall Street berbalik arah setelah peringatan baru Presiden AS Donald Trump kepada Teheran dan meluasnya perang di Timur Tengah mengimbangi optimisme atas komentarnya tentang diskusi AS dengan Iran.
Trump mengatakan AS sedang dalam diskusi serius dengan rezim yang lebih masuk akal untuk mengakhiri perang, tetapi mengulangi ancamannya untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi risiko serangan AS terhadap sumur minyak dan pembangkit listrik Iran.
Pada saat yang sama, konflik juga telah meningkat setelah milisi Houthi Yaman yang didukung Iran melancarkan serangan rudal ke Israel pada akhir pekan.
Kemudian komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan dukungan bagi pasar saham Wall Street, dimana Ketua Fed tersebut mengatakan ekspektasi inflasi jangka panjang tampaknya tetap stabil meskipun terjadi guncangan energi saat ini, dan Fed belum perlu mengambil keputusan tentang bagaimana menanggapi masalah terbaru ini.
Sebagai informasi, jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik di NYSE. Terdapat 147 rekor tertinggi baru dan 340 rekor terendah baru di NYSE.
Di Nasdaq, 2.021 saham naik dan 2.794 saham turun, dengan jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,85 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata sekitar 20 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.



