(Vibiznews-Forex) – Penguatan yen Jepang dalam pair USDJPY masuki hari ketiga berturut pada perdagangan forex sesi Eropa hari hari Rabu (1/4/2026) di tengah tren bearish dolar AS.
Penguatan yen seiring meningkatnya optimisme pasar atas potensi penurunan ketegangan di Timur Tengah.
Investor merasa optimis dengan pernyataan Presiden Donald Trump bahwa pasukan AS dapat mengakhiri operasi di Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran bersedia mengakhiri permusuhan jika jaminan diberikan untuk mencegah konflik kembali berkobar.
Dari laporan ekonomi Jepang, indeks Tankan untuk produsen besar naik menjadi 17 pada kuartal pertama tahun 2026, mencapai level tertinggi sejak kuartal keempat tahun 2021, menunjukkan bahwa kepercayaan bisnis tetap kuat.
Sementara itu, data PMI manufaktur sedikit naik menjadi 51,6 pada bulan Maret dari perkiraan awal 51,4, meskipun tetap di bawah puncak hampir empat tahun pada bulan Februari sebesar 53.
Secara teknikal pair USDJPY mendaki menuju posisi pembukaan dibawah penutupan sebelumnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi meneruskan tren bearishnya.
Pair kini berada di posisi 158,50 dan sedang naik kembali ke posisi 158.70, jika tembus mendaki ke kisaran 159.13 sebelum kemudian ke posisi R1.
Namun jika pair tidak menembus 158.70, berpotensi berbalik turun menuju 158,26, jika tembus lanjut ke support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.88 | 160.42 | 159.56 | 159.13 | 158.24 | 157.78 | 156.92 |



