(Vibiznews-Forex) – Pelemahan yen Jepang dalam pair USDJPY berlanjut merespon pidato Trump terkait perang Iran pada perdagangan forex sesi Asia hari hari Kamis (2/4/2026) yang memperkuat dolar AS.
Lihat: Forex Dolar AS 2 April 2026: Rebound Kuat Setelah Pidato Trump Terkait Perang Iran
Dolar AS menguat di tengah memudarnya ekspektasi akan penyelesaian cepat konflik Timur Tengah dan investor mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserves di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak dapat memicu inflasi yang meningkat.
Dalam pidatonya, Trump mengatakan tujuan strategis Washington di Iran hampir tercapai, tetapi ia juga mengancam akan melakukan serangan keras lebih lanjut terhadap negara itu selama dua hingga tiga minggu ke depan, termasuk potensi serangan terhadap infrastruktur sipil jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Jepang, importir utama minyak Timur Tengah terkena dampak tajam, dengan harga bensin mencapai rekor tertinggi pada pertengahan Maret sebelum sedikit turun karena subsidi pemerintah.
Sementara itu, anggota dewan Bank of Japan yang baru, Toichiro Asada, mengisyaratkan pendekatan yang hati-hati dan berbasis data pada pengarahan pertamanya.
Secara teknikal pair USDJPY sudah menembus 2 posisi resisten hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi melanjutkan rallynya.
Pair kini berada di posisi 159,46 dan sedang naik ke posisi 159.60, jika tembus mendaki ke kisaran resisten lemahnya di posisi R3.
Namun jika pair tidak menembus 159.60, berpotensi berbalik turun menuju 158,53, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159.98 | 159.42 | 159.10 | 158.68 | 158.35 | 157.94 | 157.62 |



