(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (2/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir menguat, melepaskan flat dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menanjak naik setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.990 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.015. Rupiah terpantau berupaya rebound namun masih dekat dengan area rekor terendahnya, setelah rilis data surplus neraca perdagangan Februari 2026 menyempit, walau mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 16.997 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.019, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.990.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menanjak naik setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya; bangkit dari koreksinya di antara fluktuasi berita prospek de-eskalasi perang di Timur Tengah.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 100,15, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,55.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi merosot tajam 157,656 poin (2,19%) ke level 7.026,782, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah di antara pasar mencerna pernyataan Presiden Trump yang ditangkap investor sebagai masih berlanjutnya lagi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir serempak dengan melanjutkan penguatannya.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.040 – Rp16.891.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



