Mayoritas Saham Wall Street Bertahan Positif Meski Ada Sedikit Gejolak, Bersiap Libur Good Friday

77
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Mayoritas saham Wall Street lebih tinggi setelah alami gejolak awal sesi pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari (3/4/2026) karena pasar terus mengukur bagaimana lonjakan harga minyak dapat memengaruhi keuntungan perusahaan.

Harga minyak mentah global melonjak setelah Presiden Trump menyampaikan peringatan resmi tentang peningkatan serangan terhadap Iran dalam beberapa minggu mendatang, yang memicu respons balasan dari Teheran.

Sentimen investor stabil jelang penutupan Wall Street setelah Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan sedang menyusun protokol dengan Oman untuk mengatur lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Sementara itu Inggris mengatakan puluhan negara sedang membahas cara untuk mengakhiri krisis, meredakan kekhawatiran tentang gangguan berkepanjangan terhadap aliran minyak global.

Indeks S&P 500 naik 0,11% menjadi 6.582,69, Nasdaq naik 0,18% menjadi 21.879,18 dan hanya Dow Jones yang turun 0,13% menjadi 46.504,67.

Namun ketiga indeks Wall Street tersebut mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam empat bulan dan kenaikan mingguan pertama dalam enam bulan.  S&P 500 naik 3,36%, Nasdaq naik 4,44%, dan Dow naik 2,96%.

Saham raksasa teknologi naik tipis seiring dengan obligasi pemerintah, dengan Nvidia, Microsoft, dan AMD naik antara 3% dan 1%.

Sementara itu, Tesla anjlok 5,4% setelah mencatatkan salah satu kuartal penjualan terburuknya dalam beberapa tahun terakhir. Blue Owl kehilangan 1,6% karena menghadapi permintaan penarikan dana sebesar 41% di dana kredit swasta, yang memaksanya untuk membatasi likuidasi di tengah gejolak tambahan di sektor tersebut.

Perkembangan lebih lanjut tentang SpaceX milik Elon Musk akan menjadi fokus setelah perusahaan tersebut secara rahasia mengajukan penawaran umum perdana (IPO) di AS pada hari Rabu, dan diperkirakan akan menargetkan valuasi $1,75 triliun.

Dari laporan ekonomi Amerika Serikat, data klaim pengangguran mingguan turun pada pekan lalu.

Sebagai infomasi, pasar saham Amerika Serikat akan tutup hari Jumat dikarenakan merayakan Good Friday.