(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD memperpanjang tren kenaikannya untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan forex Eropa hari Rabu (8/4/2026) akibat pelemahan lanjutan dolar AS.
Dolar AS melemah akibat berkurangnya permintaan safe haven setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama 2 minggu.
Namun potensi kenaikan pair GBPUSD mungkin terbatas karena poundsterling dapat kesulitan setelah gencatan senjata AS-Iran yang menurunkan harga minyak, meredam tekanan inflasi, dan memberi ruang bagi Bank of England (BoE) untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter.
Sebelum konflik, pasar memperkirakan dua hingga tiga kali penurunan suku bunga untuk tahun 2026, ekspektasi yang kemudian terhapus oleh guncangan inflasi yang dipicu oleh sektor energi.
Secara teknikal, pair sudah rally menembus semua posisi resisten hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan konsolidasi di kisaran tertinggi 2 pekan.
Kini pair berada di posisi 1.3447 yang sedang mendaki menuju posisi 1.3460, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten lanjutan di 1.3472 – 1.3510.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3460 akan berbalik arah dan turun menuju posisi pembukaan 1.3288, jika tembus masuk ke area supportnya.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3440 | 1,3382 | 1,3300 | 1.3240 | 1.3164 | 1.3102 | 1.3022 |



