(Vibiznews – Index) – Pergerakan harga saham di bursa Amerika Serikat berakhir mixed pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (8/4/2026) di tengah kehati-hatian investor menjelang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Indeks Nasdaq naik tipis 0,1% menjadi 22.017,85 dan S&P 500 naik 0,1% menjadi 6.616,85, sementara Dow Jones turun 0,2% menjadi 46.584,46.
Memulai perdagangan harga saham alami tekanan besar setelah Presiden Trump memperingatkan bahwa seluruh peradaban dapat mati malam ini sementara AS melakukan serangan militer semalam di Pulau Kharg.
Kemudian saham berbalik arah dan berusaha rebound jelang penutupan setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meminta Presiden Donald Trump untuk memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama 2 minggu untuk memungkinkan diplomasi berjalan sesuai jalurnya.
Secara sektoral, saham-saham jaringan bergerak naik tajam mendorong NYSE Arca Networking Index naik 2,4% ke rekor penutupan tertinggi.
Kekuatan signifikan juga terlihat di antara saham-saham jasa perminyakan dengan Philadelphia Oil Service Index naik 1,7%.
Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham-saham perumahan dan telekomunikasi yang alami pelemahan cukup signifikan.



