(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik pada hari Rabu, terbantu pelemahan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik 0,57% pada 1.1662.
Kenaikan Euro terbantu penurunan tajam dolar AS pada hari Rabu.
Selain itu, penurunan harga minyak mentah sebesar -15% pada hari Rabu berdampak positif bagi Euro dan ekonomi Zona Euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Namun data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Rabu mengenai penjualan ritel Zona Euro, harga produsen, dan pesanan pabrik Jerman membatasi kenaikan euro.
Penjualan ritel Zona Euro Februari turun -0,2% m/m, sesuai ekspektasi dan merupakan penurunan terbesar dalam 9 bulan.
PPI Zona Euro Februari turun -3,0% y/y, sesuai ekspektasi dan merupakan penurunan terbesar dalam 16 bulan.
Pesanan pabrik Jerman bulan Februari naik +0,9% m/m, lebih lemah dari ekspektasi +3,0% m/m.
Swap memperhitungkan kemungkinan 32% kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan 30 April.
Siang nanti akan dirilis data neraca perdagangan Februari Jerman yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak naik jika pelemahan dolar AS terus berlanjut akibat gencatan senjata AS-Iran. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1725-1.1789. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.1595-1.1529.



