Meski Data Inflasi Amerika Serikat Meningkat, Yield Obligasi dan Dolar AS Masih Tertekan

120
Orang Amerika, Tenaga Kerja
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) – Meski rilis data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan, namuan posisi yield obligasi dan dolar AS masih di posisi rendah pada perdagangan sesi New York hari Jumat (10/4/2026).

Tingginya inflasi di Amerika Serikat cenderung mengangkat posisi dolar AS dikarenakan ada ekspektasi Federal Reserves akan menaikkan suku bunga. Namun kenaikan tingkat inflasi kali ini masih moderat sehingga gagal mengangkat posisi dolar AS.

Lihat: Tingkat Inflasi di Amerika Serikat Tertinggi Sejak Mei 2024, Harga Bensin dan Minyak Industri Melonjak

Posisi indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya tertekan ke posisi terendah dalam 5 pekan di kisaran $98,00. Namun terhadap rival utamanya mixed, dimana hanya terhadap yen Jepang menguat.

Demikian imbal hasil obligasi AS untuk tenor 10 tahun sedikit berubah di sekitar 4,3%  yang mendekati level terendah tiga minggu.

Dari laporan inflasi terbaru,  dampak penuh dari guncangan harga minyak dunia belum sepenuhnya memengaruhi inflasi inti. Karena data inflasi inti yang tidak termasuk makanan dan energi, juga meningkat meskipun jauh lebih moderat, menjadi tingkat tahunan 2,6%, dibandingkan dengan perkiraan 2,7%.