(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat sore ini (10/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa beranjak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,06% atau 10 poin ke level Rp 17.090 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.080. Rupiah terpantau masih bearish dan sempat membukukan rekor intraday terendah barunya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.077 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.115, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.090.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa beranjak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; berupaya bangkit dari posisi sebulan terendahnya di tengah pasar mencerna perkembangan kesepakatan gencatan senjata perang Iran.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 98,88, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,79.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi menguat tajam 150,097 poin (2,07%) ke level 7.458,496, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat di antara investor mengamati kesepakatan gencatan senjata perang Iran yang dipandang rapuh, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan serempak menguat.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.115 – Rp16.960.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



