(Vibiznews – Commodity) Indeks dolar AS bergerak naik pada hari Senin, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz menyusul kegagalan perundingan perdamaian akhir pekan antara AS dan Iran.
Indeks dolar AS bergerak naik 0,26% pada 98,93.
Wakil Presiden JD Vance menyatakan tidak ada kesepakatan dengan Iran, dengan alasan penolakan mereka untuk menghentikan upaya pengembangan senjata nuklir, sementara Teheran dilaporkan menuntut kendali atas Selat Hormuz, ganti rugi perang, dan pembebasan aset yang dibekukan.
Penutupan Selat Hormuz telah mendorong harga energi melonjak tajam dan meningkatkan risiko inflasi, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin menunda pemotongan suku bunga atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Perkembangan ini telah mendukung dolar AS, yang juga muncul sebagai aset safe-haven dengan kinerja terkuat di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak naik setelah pembicaraan AS-Iran berakhir tanpa kesepakatan, dan pernyataan Presiden Trump memblokade Selat Hormuz yang meningkatkan permintaan safe haven dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 99,11-99,30. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 98,81-98,70.



