(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin siang ini (13/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menanjak setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,13% atau 22 poin ke level Rp 17.112 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.090. Rupiah terpantau kembali pada sekitar level rekor terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.107 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.115, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.112.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya; rebound dari sebulan terendahnya oleh gagalnya pembicaraan AS – Iran yang mengangkat dollar kembali sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 99,01, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,70.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi pertama menguat 34,235 poin (0,46%) ke level 7.492,731, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah di antara kenaikan harga minyak dunia dan berita AS akan memblokade Teluk Hormuz setelah gagalnya pembicaraan diplomasi AS – Iran di Pakistan, serta mencermati Wall Street yang berakhir mixed terkoreksi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.150 – Rp16.960.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



