(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (14/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, stabil dari loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menurun terbatas setelah terkoreksi 4 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,19% atau 32 poin ke level Rp 17.130 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.098. Rupiah terpantau bearish mencapai rekor terendahnya yang baru.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.117 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.130, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.130.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menurun terbatas setelah terkoreksi 4 hari di sesi global sebelumnya; tergerus dari rebound kemarin ke 6 minggu terendahnya di tengah turunnya harga minyak dunia dalam harapan pasar atas kemungkinan kesepakatan AS – Iran dalam waktu dekat.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun tipis ke 98,31, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,37.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi melompat kuat 175,764 poin (2,34%) ke level 7.675,951, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias menguat di antara harapan bahwa kesepakatan antara Amerika dan Iran masih mungkin tercapai yang memicu turunnya harga minyak dunia sementara blokade AS atas Selat Hormuz terus diamati, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam kompak menguat.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.150 – Rp16.960.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



