(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (23/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir merosot tajam, mengurangi sebagian loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah tajam 0,70% atau 130 poin ke level Rp 17.290 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.170. Rupiah terpantau mencetak rekor terendah baru sepanjang masa, dan merupakan mata uang terlemah terhadap dollar di kawasan Asia.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.174 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.300, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.290.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; rally bertahap ke 1,5 minggu tertingginya di tengah ketidakpastian negosiasi perang Iran yang menekan sentimen risiko investor dan kembali mengangkat dollar sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 98,67, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,60.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi merosot 163,006 poin (2,16%) ke level 7.378,606, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed melemah dengan Kospi mencetak rekor, di antara meningkatnya tensi di Selat Hormuz dan ketidakpastian negosiasi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain yang signifikan.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa pada beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.320 – Rp17.094.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



