Rekor Saham di Wall Street Berlanjut oleh Optimisme Berakhirnya Konflik Timur Tengah

123
wall street

(Vibiznews – Index) – Pergerakan kuat harga saham-saham Wall Street berlanjut dengan kedua indeks utama capai rekor tertinggi baru pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (7/5/2026).

Indeks Nasdaq melonjak 2% menjadi 25.838,94, S&P 500 naik 1,5% menjadi 7.365,12 dan Dow Jones melonjak  1,2% menjadi 49.910,59.

Rally saham di Wall Street terjadi di tengah optimisme tentang berakhirnya konflik di Timur Tengah setelah sebuah laporan  mengatakan Gedung Putih yakin mereka hampir mencapai kesepakatan dengan Iran mengenai nota kesepahaman satu halaman.

Dari laporan tersebut  mengatakan kesepakatan tersebut akan mencakup komitmen Iran untuk moratorium pengayaan nuklir dan kedua belah pihak mencabut pembatasan seputar transit melalui Selat Hormuz.

Menambah optimisme tentang kesepakatan perdamaian, Presiden Donald Trump mengatakan AS akan menghentikan sementara upaya pengawalan kapal melalui Selat Hormuz untuk melihat apakah kesepakatan tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani.

Penguatan di Wall Street juga terjadi di tengah lonjakan saham Advanced Micro Devices (AMD) hingga naik sebesar 18,6% setelah melaporkan kinerja keuangan di kuartal pertama melebihi perkiraan analis dan memberikan proyeksi yang optimis.

Dari laporan ekonomi AS, perusahaan pemroses penggajian ADP merilis laporan yang menunjukkan bahwa lapangan kerja sektor swasta di AS melonjak lebih dari yang diperkirakan pada bulan April.

Secara sektoral, saham emas meroket di tengah kenaikan tajam harga logam mulia tersebut dengan NYSE Arca Gold Bugs Index melonjak  7,6%.

Kemudiaan disusul oleh  saham perangkat keras komputer dengan Arca Computer Hardware Index melonjak 7,2%.

Saham maskapai penerbangan juga menunjukkan pergerakan signifikan ke atas, mendorong Indeks NYSE Arca Airline naik sebesar 6,9 persen.

Saham-saham semikonduktor, baja, dan bioteknologi juga menunjukkan kinerja yang kuat pada hari itu, sementara saham-saham energi anjlok tajam seiring dengan penurunan harga minyak mentah.