(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Rabu, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,36% pada 1.1740.
Euro bergerak turun tertekan penguatan dolar AS.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah sebesar +4% pada hari Selasa berdampak negatif bagi ekonomi Zona Euro dan Euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.
Namun kerugian pada Euro terbatas pada hari Selasa setelah ekspektasi pertumbuhan ekonomi survei ZEW Jerman bulan Mei secara tak terduga meningkat.
Selain itu, komentar hawkish dari anggota Dewan Gubernur ECB, Patsalides, mendukung Euro, karena ia mengatakan bahwa segala sesuatunya mengarah pada kenaikan suku bunga ECB pada bulan Juni.
Ekspektasi pertumbuhan ekonomi dari survei ZEW Jerman bulan Mei secara tak terduga naik +7,0 menjadi -10,2, lebih kuat dari ekspektasi penurunan menjadi -19,5.
Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 bp oleh ECB sebesar 87% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 11 Juni.
Sore nanti akan dirilis data GDP Growth Rate QoQ 2nd Est Q1 Zona Euro, yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun terpicu penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak. Juga jika data GDP Growth Rate QoQ 2nd Est Q1 Zona Euro terealisir turun, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1712-1.1684. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1778-1.1816.



