(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD berusaha rebound dari pelemahan 2 hari berturut pada perdagangan forex Eropa hari Kamis (14/5/2026) menanti rilis data PDB Inggris yang diperkirakan lebih kuat.
Dolar AS tetap kuat di tengah kehati-hatian pasar karena para pedagang menunggu pembaruan lebih lanjut di tengah pertemuan yang sedang berlangsung antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing.
Pertemuan tersebut akan membahas topik-topik termasuk perdagangan dan perang Iran.
Sebelumnya pemerintah AS meningkatkan tekanan pada Teheran dengan memberlakukan sanksi baru terhadap entitas yang terlibat dalam penjualan minyak Iran ke Tiongkok dan mengancam bank-bank yang memfasilitasi transaksi tersebut.
Secara teknikal, pair yang berhasil naik menembus area resistennya, meluncur kembali menuju posisi pembukaan dan menurut analyst Vibiz Research Center masih berpotensi bergerak rebound.
Kini pair berada di posisi 1.3525 yang sedang turun kembali menuju 1.3514, jika tembus bergerak ke support kuatnya di S1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3500 dapat berbalik arah dan mendaki kembali menuju posisi 1.3531, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3625 | 1,3588 | 1,3554 | 1.3520 | 1.3487 | 1.3452 | 1.3420 |



