(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD mundur dari puncak tertinggi dalam sepekan lebih pada perdagangan forex Eropa hari Selasa (26/5/2026) karena meningkatnya ketegangan AS-Iran kembali memicu kekhawatiran inflasi dan meredupkan prospek pertumbuhan global.
Poundsterling merosot ke bawah $1,5 merespon laporan Iran adanya ledakan di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, sementara AS mengkonfirmasi telah melakukan serangan pertahanan diri yang menargetkan lokasi peluncuran rudal Iran dan kapal-kapal yang mencoba memasang ranjau laut.
Sebelumnya pada hari itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman antara kedua negara sebagian besar telah dinegosiasikan dan akan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz yang penting.
Sementara itu, data ekonomi Inggris mengungkapkan kontraksi dalam aktivitas sektor swasta selama Mei, bersamaan dengan pendinginan inflasi dan pasar tenaga kerja yang lebih lemah, yang menyebabkan investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England.
Fokus sekarang beralih ke pidato-pidato mendatang dari para pembuat kebijakan BoE untuk arah kebijakan moneter, serta perkembangan politik seputar Perdana Menteri Keir Starmer setelah kekalahan Partai Buruh dalam pemilihan regional bulan ini.
Secara teknikal, pair yang mendekati resisten kuat diatas kisaran 1.3500 terkoreksi hingga ke area supportnya dan menurut analyst Vibiz Research Center berpotensi lanjut ke support kuatnya.
Kini pair berada di posisi 1.3470 yang berusaha mendaki kembali menuju posisi 1.3504, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3500 akan turun kembali menuju 1.3463, jika tembus bergerak ke 1.3445 sebelum ke support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3586 | 1,3547 | 1,3523 | 1.3484 | 1.3460 | 1.3420 | 1.3397 |



